cursors

Text Select - Hello Kitty

Rabu, 15 April 2015

Materi 2 : VERB PHRASES & TENSES

Ø  Verb Phrase 
Berdasarkan traditional grammar adalah kelompok kata berupa main verb dan auxiliary verb-nya, sedangkan berdasarkan generative grammar adalah predicate main verb beserta seluruh elemen yang melengkapinya: auxiliary verb, complement, dan/atau modifier, kecuali subjek kalimat.

Verb Phrase
Traditional Grammar
main verb
Generative Grammar
+/- auxiliary verb + main verb +/- complement +/- modifier

Keterangan :
a.     Complement (objek kalimat)  dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb.
b.    Modifier dapat berupa adjective, adverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.
Example :
1.      I have met him yet.
2.      She is walking down the hill now.
3.      You should clean your cats’ bowl.

Ø  Tenses
Adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa.
Berikut macam-macam, penggunaan, rumus dari 16 tenses :
·         PAST
a.       Simple Past Tense
Tense ini untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi di masa lampau.
Pattern : S + V2
Example : The party started at 08.00 p.m. until 10.00 p.m.

b.      Past Continuous Tense
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau.
Pattern : S + was/were + present participle
Example : The team was playing football all day yesterday.

c.       Past Perfect Tense
Tense ini untuk menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum aksi lainnya terjadi.
Pattern : S + had + past participle
Example : When he came last night, the cake had run out.

d.      Past Perfect Continuous Tense
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan suatu aksi (dengan durasi waktu tertentu) telah selesai pada suatu titik waktu tertentu dimasa lalu.
Pattern : S + had + been + present participle
Example : The labors had been demonstrating for an hour when the manager came.

·         PRESENT
a.       Simple Present Tense
Tense ini untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini.
Pattern : S + V-1
Example : They agree with the speaker’s opinion.

b.      Present Continuous Tense
Tense ini untuk membicarakan aksi yang sedang berlangsung sekarang atau rencana dimasa depan.
Patten : S + am/is/are + present participle
Example : He is driving a car to Bandung now.

c.       Present Perfect Tense
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan suatu aktivitas atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu atau masih berlanjut sampai sekarang.
Patten : S + have/has + past participle
Example : She has lived in Cilegon for 3 months.

d.      Present Perfect Continuous Tense
Tense ini untuk mengungkapkan aksi yang telah selesai pada suatu titik dimasa lampau atau aksi telah dimulai di masa lalu dan terus berlanjut sampai sekarang.
Pattern : S + have/has + been + present participle
Example : The kids have been playing a ball for an hour.




·         FUTURE
a.       Simple Future Tense
Tense ini untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana.
Pattern :
1.      S + will + bare infinitive
2.      S + be (is/am/are) + going to + bare infinitive
Example :
1.      You will win the game.
2.      She is going to meet him tomorrow.

b.      Future Continuous Tense
Tense ini untuk mengungkapkan aksi yang akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa depan.
Pattern : S + will + be + present participle
Example : She will be sleeping at 09 p.m.

c.       Future Perfect Tense
Tense ini untuk mengungkapkan bahwa suatu aktivitas akan sudah selesai pada suatu titik waktu di masa depan.
Pattern : S + will + have + past participle
Example : At this time next month, We have finished my English course.

d.      Future Perfect Continuous Tense
Tense ini untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi akan sudah berlangsung selama sekian lama pada titik waktu tertentu di masa depan.
Pattern : S + will + have + been + present participle
Example : The dog will have been sleeping long when you get home.

e.       Simple Past Future Tense
Tense ini untuk menyatakan suatu aksi yang akan dilakukan, membuat prediksi, dan membuat janji di masa depan pada saat berada dimasa lalu.
Patten : S + would + bare infinitive
Example : He would forgive you.

f.       Past Future Continuous Tense
Tense ini untuk membicarakan suatu aksi yang akan sedang berlangsung (berupa prediksi/rencana) di masa depan pada saat berada dimasa lalu.
Pattern : S + would + be + present participle
Example : Nina would be working at nine o’clock this morning.

g.      Past Future Perfect Tense
Tense ini untuk membicarakan suatu aksi aktivitas yang akan telah dilakukan di masa lalu. Bentuk ini juga digunakan pada conditional sentence type 3.
Patten : S + would + have + past participle
Example : I thought you would have slept by the time I arrived.

h.      Past Future Perfect Continuous Tense
Mirip dengan future perfect continuous tense, namun realisasi aksi yang dilakukan dapat diketahui sekarang karena aksinya terjadi di masa lampau.
Example : Nino would have been workingas a civil engineer in Jakarta by the end of this week last month.


Sumber :
pralitaputrinoviari.wordpress.com
http://nikenwp.blogspot.com/2015/03/verb-phrase-and-tenses.html

http://www.wordsmile.com/pengertian-rumus-contoh-kalimat-16-tenses-inggris

Jumat, 13 Maret 2015

Materi 1 : SUBJECT, VERB, COMPLEMENT & MODIFIER


Subject 
a.       The subject is the agent of the sentence in the active voice, subject is the person or thing that does the action of the sentence and subject normally precedes the verb.
b.      The subject may be a noun phrase. A noun phrase is a group of words ending with a noun. (it can't begin with a preposition).
Subjek adalah bagian dari kalimat dalam kalimat aktif, orang atau benda yang melakukan tindakan, dan subjek biasanya mendahului kata kerja.

·        Predicat
a.       The verb follows the subject, it generally shows the action of the sentence.
b.      The verb maybe a verb phrase. A verb phrase consists of one or more auxiliaries and one main verb. The auxiliaries always precede the main verb.
Predikat ialah mengikuti subjek, pada umumnya menunjukkan suatu tindakan.

·        Complement
     A complement completes the verb. It is similar to the subject because it's usually a      noun or noun phrase, However, it generally follows the verb when the sentence in the active voice.
    Sebuah kata pelengkap yang melengkapi kata kerja. Hal ini mirip dengan subjek karena biasanya berupa kata benda, Namun, kata pelengkap pada umumnya mengikuti verba dalam kalimat aktif.

·        Modifier
a.       Tells the time, place or manner of the action. Very often it's a prepositional phrase. Prepotional phrase is a group of words that begins with a preposition and ends with a noun.
b.      The modifier normally follows the complement, but not always. However, the modifier, especially when it's a prepositional phrase, usually can't separate the verb and the complement.
      Kata keterangan menerangkan  waktu, tempat atau cara tindakan.

Example :
1.George / is cooking / dinner / tonight
 subject / verb phrase/ complement / modifier of time

2.Henry and Marcia / have visited / the president
 subject / verb phrase / complement

3. We/ eat / lunch /in this restaurant/ today
 subject/ verb phrase / complement/ modifier of place/ modifier of time

4. Pat/ should have bought/ gasoline /yesterday
 subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time

5. Trees/ grow
 subject/ verb phrase

6. It/ was raining /at seven o’clock this morning
 subject/ verb phrase / modifier of time

7. She/ opened/ her book
 subject/ verb phrase/ complement

8. Harry/ is washing / dishes /right now
 subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time

9. She / opened /her book
 subject/ verb phrase/ complement

10. Paul, William, and Mary/ were watching / television/ a few minutes ago
 subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time

sumber : https://dwmonkeys.wordpress.com/2010/03/22/subject-verb-complement-and-modifier/ ; http://medianaputri.blogspot.com/2012/02/subject-verb-complement-modifier.html

Senin, 01 Desember 2014

#Tugas Softskill 3 - Bahasa Indonesia 2

1.   Karangan adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.

2.   Macam-Macam Karangan yaitu :
a.   Karangan Narasi, adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa yang dapat berisi fakta atau fiksi dalam satu urutan waktu. Yang termasuk narasi yaitu biografi, autobiografi, cerpen, ataupun novel.
Ciri- ciri dari karangan narasi :
-      Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
-      Disajikan dalam urutan waktu atau sesuai dengan alur ceritanya
-      Menampilkan pelaku/tokoh dari peristiwa atau kejadian
-      Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

b.   Karangan Deskripsi, adalah karangan yang menggambarkan atau melukisan sesuatu seakan-akan pembaca melihat, mendengar, merasakan dan mengalami sendiri.
Ciri-Ciri dari karangan deskripsi :
-      Melukiskan atau menggambarkan objek tertentu
-      Tujuannya untuk memberikan kesan kepada pembaca seolah-olah mereka  mengalaminya sendiri
-      Sifat penulisannya objektif (selalu mengambil objek tertentu, seperti tempat, benda dan hal yang dipersonifikasikan)
-      Penulisannya dapat menggunakan metode : objektif, subjektif atau sikap penulis.

c.   Karangan Eksposisi, adalah karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, dan memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
Ciri-ciri dari karangan eksposisi :
-      Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
-      Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
-      Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
-      Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
-      Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

d.   Karangan Persuasi, adalah karangan yang bertujuan untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti ide/kemauan penulis yang disertai bukti dan contoh konkrit.
Ciri-ciri dari karangan persuasi :
-      Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah
-      Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya
-      Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca
-      Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai
-      Persuasi memerlukan fakta dan data

e.   Karangan Argumentasi, adalah karangan yang isinya bertujuan untuk mempengaruhi dan meyakinkan pembaca terhadap masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
Ciri-ciri dari karangan argumentasi :
-      Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
-      Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
-      Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
-      Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindari keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
-      Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

3.   A. Karangan Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Yang termasuk karangan ilmiah yaitu :
-      Laporan penelitian
-      Makalah seminar atau symposium
-      Artikel jurnal

B. Karangan Non-Ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Yang termasuk/Jenis karangan non-ilmiah :
-      Dongeng
-      Cerpen
-      Drama
-      Novel
-      Roman

4.   Kriteria Metode Ilmiah adalah
a.   Berdasarkan fakta,
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal,  kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
b.   Bebas dari prasangka,
Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
c.   Meggunakan prinsip-prinsip analisis,
Dalam memahami serta memberi arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.
d.   Menggunakan hipotesis,
Dalam metode ilmiah, Peneliti harus dituntun dalam proses berfikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran kearah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.
e.   Menggunakan ukuran obektif,
Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
f.    Menggunakan teknik kuantitatif,
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk atribut-atribut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai-nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, rangking dan rating.

5.   A. Sikap Ilmiah antara lain :
-      Sikap ingin tahu
-      Sikap kritis
-      Sikap terbuka
-      Sikap ojektif
-      Sikap rela menghargai orang lain
-      Sikap berani mmpertahankan kebenaran
-      Sikap menjangkau masa depan

       B. Langkah-langkah penulisan ilmiah antara lain :
        - Observasi awal
        - Mengidentifikasi masalah
        - Merumuskan atau menyatakan hipotesis
        - Melakukan eksperimen
        - Menyimpulkan hasil eksperimen

Sumber :
wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/metode-ilmiah-4/
lifestyle.kompasiana.com/catatan/2014/08/16/7-macam-sikap-ilmiah--680561
id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
id.wikipedia.org/wiki/Karangan