cursors

Text Select - Hello Kitty

Rabu, 30 Oktober 2013

SAHABAT

Sahabat adalah orang terdekat kita, dan orang yang selalu ada di saat sedih maupun senang. Sahabat juga bisa jadi orang tua kita sekaligus teman untuk curhat, dimana mereka mau menasehati, memberikan teguran kalau kita salah, memberikan kritikan dan masukan kepada kita agar nantinya kita tidak melakukan hal yang sama dikemudian hari, selain itu memberikan pelajaran yang mungkin sebelumnya kita belum pernah dapat baik itu berupa pengetahuan, cerita kehidupan dan percintaan *aiiihhh sadaapp*


Sahabat juga bisa dijadikan tempat untuk bertukar pikiran, terus bisa saling mengisi juga misal kalau sahabat yang punya kemampuan lebih bisa membantu sahabat yang lainnya yang ketinggalan atau tidak tahu, supaya kita nantinya bisa menyamakan satu sama lain. Sahabat selalu mendukung apa yang sahabatnya lakukan baik bidang pendidikan ataupun hal yang lain selama masih dalam batas kewajaran.

Dalam persahabatan pasti pernah mengalami yang namanya "berantem", dan menurut gue itu wajar. Orang yang pacaran aja bisa berantem apalagi yang sahabatan. Kalau gak ada berantem-beranteman gak seru, karena kita gak tau gimana sifat aslinya mereka terus bisa gak sih kita menyelesaikan masalah itu dengan baik-baik dan terbuka sama sahabatnya dan satu lagi bisa juga gak mereka menerima kekurangan kita dan sifat jelek kita. Nah, kalo kita pernah yang namanya ngalamin konflik atau masalah pastinya kita udah tau tuh sifat aslinya mereka gimana, abis itu sifat jelek yang mereka gak suka kita ubah deh jadi lebih baik lagi biar mereka gak sakit hati dengan sifat atau kelakuan kita ke mereka, abis itu apa yang gak mereka suka dari kita, bisa diperbaikin hubungan persahabatannya yang mungkin sempet renggang gara-gara salah paham setelah diomongin baik-baik, gak ada yang egois dan minta maaf pasti bisa satu lagi hububgan persahabatannya.

Terus kita jaga deh hubungan persahabatan itu menjadi lebih baik dan awet lagi sampai selama-lamanya kalau bisa #Amiiinnnn ....
Karena menurut gue sahabat paling penting dan sangat dibutuhkan saat orang tua kita sedang sibuk bekerja atau dengan urusan yang lainnya, pasti kita mencari tempat untuk bersandar dan bercerita dan itulah yang namanya SAHABAT.

Dan Puji Tuhan dari SMP sampai Perguruan Tinggi (tingkat 1) ini gue punya sahabat-sahabat yang terbaik ^^ Walau kadang suka salah-paham, egois, dan keras kepala. Semenjak pisah sama mereka karena faktor sekolah yang mencar atau gak sekelas lagi, tapi gue ke mereka dan sebaliknya masih tetap komunikasi dan menjalin tali persaudaraan/silahturahmi yang baik sama mereka :)

#Tulisan Alasan Mengapa Koperasi di Indonesia Tidak Berkembang Pesat

Koperasi merupakan badan usaha milik bersama yang didirikan berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan  dan atas asas kekeluargaan . Namun, seiring berjalannya waktu koperasi yang sudah  berumur 15 tahun mengalami pasang-surut atau kemunduran.  Kemunduran tersebut terjadi karena beberapa faktor, diantaranya:

1.      Kurangnya partisipasi anggota – dimana masyarakat belum lebih mengerti  tentang Koperasi, kurangnya pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota Koperasi yang menjadi faktor utamanya, dan kegiatan Koperasi yang tidak berkembang membuat sumber daya modal menjadi terbatas.
2.      Sosialisasi Koperasi – tingkat partisipasi anggota koperasi yang rendah diakibatkan sosialisasi yang belum optimal, masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri (baik dari permodalan dan kepemilikannya), dan mereka berhak mengawasi kinerja pengurus.
3.      Manajemen – dimana Koperasi harus diarahkan pada orientasi strategi dan gerakan Koperasi  harus memiliki anggota yang mampu menghimpun dan memobilisasikan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang usaha.
4.      Permodalan – kurang berkembangnya Koperasi berkaitan dengan modal yang dimiliki. Kendalanya karena kurangnya dukungan modal yang kuat dan bergantung pada modal & sumber Koperasi itu sendiri.
5.      Sumber daya manusia – banyak anggota, pengurus dan pengelola Koperasi kurang mendukung jalannya Koperasi. Pendirian Koperasi  didasarkan atas dorongan yang dipaksakan oleh Pemerintah. Pengurus yang dipilih dalam rapat anggota seringkali berdasarkan status sosial. Pengelola yang ditunjuk oleh pengurus seringkali diambil dari kalangan yang kurang profesional dan bukan dari yang mempunyai mengalaman baik dari sisi akademik & penerapan dalam wirausaha.
6.      Kurangnya kesadaran masyarakat – perkembangan Koperasi di Indonesia bukan dari kesadaran masyarakat , tetapi muncul dari dukungan Pemerintah yang disosialisasikan kebawah.

Secara garis besar permasalah yang terjadi ada 2 yaitu masalah internal dan eksternal.
·         Masalah internal:
-          Kurangnya solidaritas anggota untuk berkoperasi di lain pihak anggota
-          Modal usaha yang relatif kecil
-          Terbatasnya untuk tidak melakukan usaha  pemeliharaan fasilitas
-          Keuntungan yang didapat oleh para anggota sedikit
-          Kegiatan yang belum memenuhi standar, dimana data statistis kurang memenuhi kebutuhan


·         Masalah eksternal:
-          Kurangnya minat masyarakat untuk melakukan simpan-pinjam, yang kemudian beralih ke Bank
-          Banyaknya pesaing dari badan usaha lain yang bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh Koperasi
-          Tingkat harga yang selalu naik, sehingga pendapatan penjualan merosot atau menciutkan usaha
-          Bunga simpanan yang relatif kecil, sehingga masyarakat kurang tertarik

-          Tanggapan negatif dari masyarakat mengenai Koperasi yang pernah gagal tanpa adanya tanggung-jawab kepada masyarakat yang mengakibatkan kurangnya kepercayaan terhadap pengelolaan Koperasi

Sumber: wikipedia/koperasi, wartawarga.gunadarma.ac.id

Minggu, 27 Oktober 2013

#Tulisan Biografi Bapak Koperasi

Mohammad Hatta

Bapak Koperasi merupakan wakil presiden pertama RI, pejuang, negarawan serta ekonom dan biasa dikenal dengan panggilan “Bung Hatta”. Beliau lahir di Fort de Kock (sekarang Bukit-Tinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 (pada umur 77 tahun).

Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta IHatta II, dan RIS.  Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Bung Hatta besekolah di Padang, beliau mempunyai ketertarikan pada pergerakan pemuda. Pada tahun 1916 pergerakan pemuda menunjukkan geliatnya dengan memulai terbentuknya perkumpulan-perkumpulan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa dan Jong Ambon. Beliau memulai kiprahnya di dunia politik dengan menjabat sebagai bendahara pada perkumpulan pemuda tersebut. Selama menduduki jabatannya, Bung Hatta banyak belajar tentang pentingnya keuangan bagi kelancaran sebuah organisasi.

Pada tahun 1921 Bung Hatta menetap di Rotterdam, Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School. Setahun kemudian, beliau bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air di Belanda dengan nama Indische Vereeniging. Pada awal pendiriannya, organisasi tersebut merupakan perkumpulan pelajar biasa dan berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan dengan nama Indische Partji yang di dalamnya terdapat 3 tokoh yaitu Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo. Kemudian perkumpulan ini berganti nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).
Pada tahun 1922 Bung Hatta memulai karir politiknya dengan menjabat sebagai bendaraha PI dan pada tahun 1925 terpilih menjadi ketua PI. Dibawah pimpinan Bung Hatta PI berkembang menjadi organisasi politik yang mampu mempengaruhi politik Indonesia sehingga, diakui oleh Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPI) sebagai pergerakan nasional di Eropa.

Pada tahun 1926 Bung Hatta sebagai ketua PI melakukan kegiatan yaitu memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk membicarakan perdamaian di Berville, Perancis. Kegiatan politik Bung Hatta mulai dianggap sebagai ancaman yang menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama Ali Sastoamidjojo, Nazir St. Pamontjak dan Abdulmadjid Djojodiningrat. Udara kebebasan mulai tercium di mahkamah pengadian Den Haag yang membebaskan keempat orang tersebut dari segala tuduhan.

Pada tahun 1932 Bung Hatta lulus dari sekolahnya di Belanda dan bergabung dengan Partai Politik Nasional Indonesia (PPNI) yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada kader-kader politik dan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan cara pelatihan-pelatihan. Pada tahun 1934 Ir. Soekarno dan Bung Hatta disaingkan di Digul oleh Belanda. Selama diasingkan beliau menulis di koran-koran Jakarta dan majalah-majalah di Medan, artikel yang ditulisnya besifat lebih menganalisis dan mendidik pembacanya.

 Pada tahun 1937 Bung Hatta bersama Syahrir dipindahkan dari Digul ke Banda Neira. Sewaktu di Banda Neira beliau bercocok tanam dan menulis di koran “Sin Tit Po” (dipimpin oleh Lim Koen Hian) dengan honorarium f 75 dalam bahasa Belanda. Kemudian beliau menulis di Nationale Commantaren (Komentar Nasional, dipimpin Sam Ratulangi) dan menulis juga di koran Pemandangan dengan honorarium f 50 sebulan per satu/dua tulisan.

Pada saat penjajahan Jepang, Bung Hatta diminta untuk bekerja sebagai penasehat pemerintah Jepang. Disaat itulah Bung Hatta, menyampaikan keinginan Bangsa Indonesia untuk merdeka dan mendesak Jepang untuk memberi pengakuan. Lalu Bung Hatta menyampaikan pidatonya di Lapangan Ikada. Pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama Bangsa Indonesia.  Pada 1947 bulan Juli Bung Hatta berusaha meminta dukungan ke India melalui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi.

Pada tanggal 27 Desember 1949 hasil pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Ratu Juliana yang disampaikan kepada Bung Hatta. Selama menjadi wakil presiden, Bung Hatta aktif memberikan ceramah, pelatihan di berbagai lembaga pendidikan tinggi dan menulis banyak buku di bidang ekonomi dan koperasi. Selain itu membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan konsep ekonomi sesuai dengan pemahamannya yang sangat memadai.

Pada tanggal 12 Juli 1951 Bung Hatta berpidato melalui radio untuk menyambut Hari Koperasi Indonesia. Atas perjuangan dan jasanya dalam pergerakan koperasi di tanah air. Pada tanggal 17 Juli 1953 Bung Hatta diberi gelar kehormatan sebagai “Bapak Koperasi Indonesia” yang berlangsung pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pada tahun 1957 beliau meluncurkan buku dengan memuat ide-idenya mengenai Koperasi yang berjudul “Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun”.

Pada tanggal 14 Maret 1980 Bapak Koperasi Indonesia menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Cipto Mangunkusumo, atas jasa dan perjuangannya bagi bangsa Indonesia Mohammad Hatta dianugrahi tanda kehormatan tertinggi RI yaitu “Bintang Republik Indonesia Kelas 1” yang diberikan oleh Presiden Soeharto. 

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta, http://esq-news.com/2013/berita/05/24/lebih-mengenal-bapak-koperasi.html